Pelaksanaan monitoring dan evaluasi perkuliahan di Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, UKIM dilakukan pada setiap akhir semester. Mahasiswa diberikan kuesioner untuk menilai kinerja dosen selama proses perkuliahan. Program studi pun melakukan evaluasi pada tahap persiapan kuliah (ketersediaan kontrak kuliah, RPS  dan silabus), tahap proses perkuliahan (tatap muka dosen, kesesuaian materi dengan RPS dan Silabus), dan tahap penilaian/ evaluasi belajar mahasiswa (persentase penilaian). Hasil monitoring dan evaluasi telah disampaikan dalam rapat evaluasi di tingkat program studi maupun fakultas pada Kamis, 23 Mei 2019, sehingga setiap dosen mengetahui hasil evaluasi yang telah dilakukan program studi. Adapun jumlah mata kuliah yang dievaluasi pada semester genap sebanyak 64 mata kuliah yang terdiri atas 8 mata kuliah di semester II, 9 mata kuliah disemester IV dan 45 mata kuliah peminatan (Epidemiologi, Kesehatan Lingkungan, KIA-KR, AKK, PKIP, dan Gizi Kesmas).

Workshop Model dan Pembelajaran  KKPT KKNI yang dihadiri oleh semua dosen UKIM diawali dengan sambutan dari Pak Rektor, dalam sambutan yang disampaikan, Pak Rektor sangat mengharapkan dengan dilakukan pelatihan ini, terdapat alternatif – alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan bagi mahasiswa, dan lebih mengoptimalkan implemetasi dari Kurikulum KKNI yang telah ditetapkan dan diberlakukan bagi semua program studi yang ada di UKIM, sebagai narasumber pada kegiatan ini adalah  Guru Besar Fakultas Keguruan Universitas Pattimura Ambon,

Materi I : Pembelajaran Dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi

Materi II : Pembelajaran Dalam Penerapan Kurikulum Pendidikan Tinggi (Era Revolusi Industri 4.0)

Materi III : Model Pembelajaran Student Centerd Learning

Pada kegiatan tersebut juga dosen diminta untuk melakukan simulasi terhadap meodel – model pembelajaran SCL yang diberikan.

Preceptorship adalah suatu metode pengajaran dan pembelajaran mahasiswa dengan menggunakan perawat sebagai model perannya. Preceptorship bersifat formal, disampaikan secara perseorangan dan individual dalam waktu yang sudah ditentukan sebelumnya antara perawat yang berpengalaman (preceptor) dengan perawat baru (preceptee) yang didesain untuk membantu perawat baru untuk menyesuaikan diri dengan baik dan menjalankan tugas yang baru sebagai seorang perawat. Universitas Kristen Indonesia Maluku, Fakultas Kesehatan Program Studi Keperawatan menyelenggarakan suatu,  kegiatan dengan Tema “ Preceptionship Model “.  Kegiatan ini diselengarakan atas dasar Hukum Undang – Undang Dasar nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, Undang – Undang Dasar nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Undang – Undang Dasar RI Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, dan Undang – Undang Dasar Tahun 2014 tentang Keperawatan, Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah Perawat yang diutus oleh Rumah Sakit atau Puskesmas yang juga merupakan mitra dari Program Studi Keperawatan Fakultas Kesehatan UKIM dengan Jumlah Peserta yang hadir sebanyak 33 orang, Kegiatan Pelaksanaan, kegiatan ini dilasanakan selama empat hari dimulai dari tanggal 10 – 13 Juli 2018, bertempat di Bizza Hotel Ambon,  Narasumber yang hadir  pada Kegiatan ini antara lain;  Dr M Hadi M,Kes dan Made Kreasa M,Kep. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat membentuk peran dan tanggung jawab mahasiswa untuk menjadi perawat yang profesional dan berpengetahuan tinggi, dengan menunjukan sebuah pencapaian berupa memberikan perawatan yang aman, menunjukan akuntabilitas kerja, dapat dipercaya, menunjukan kemampuan dalam mengorganisasi perawatan pasien dan mampu berkomunikasi dengan baik terhadap pasien dan staf lainnya.

Pelatihan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan ditunjukan kesemua Dosen Fakultas Kesehatan, Pelatihan ini diawali dengan sambuatan dari Pembantu Dekan I, Fakultas Kesehatan S. Titaley.,SKM.,M.Kes, dalam sambutannya, disampaikan bahwa RPS wajib dibuat oleh seorang dosen sebelum melakukan pembelajaran, dan RPS dapat membatu dosen untuk melakukan proses pembelajaran secara baik, Pelathan ini juga diwajibkan bagi setiap dosen untuk membuat RPS masing – masing matakuliah yang di ampu dan melakukan presentasi

Matakuliah Penciri Pergguruan Tinggi merupakan matakuliah  yang dapat menjawab keunggulan dari Program Studi yang berbasis lokal yaitu kepulauan, untuk menjawab hal tersebut, maka Fakultas Kesehatan UKIM, menyelenggarakan lokakarya mini dengan menghadirkan stakeholder dan institusi mitra dalam hal ini dinas Kesehatan Provinsi Maluku sebagai narasumber yang memaparkan tentang Pelayanan Kesehatan Berbasis Kepulauan di Porvinsi Maluku, Lokarya ini bertujuan untuk merumuskan Bahan Ajar yang menyusun Rencana Pembelajaran MK tersebut, Lokakarya ini dihadiri oleh semua dosen yang ada dilingkup Fakultas Kesehatan dan dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2018, hasil dari lakakarya ini, melahirkan matakuliah Penciri Perguruan Tinggi  yaitu “Mata Kuliah Kesehatan Berbasis Kepulauan” yang menjawab keunggulan dari Program Studi sesuai dengan Visi dan Misi yaitu berkarakter kepulauan.

Seminar Kesehatan tentang Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kepulauan di Provinsi Maluku, disampaikan oleh dr. R. Rerung., M.Kes (Sekertaris Dinas Kesehatan Provinsi Maluku) dalam pemaparanya, dihadiri oleh pengurus IAKMI Pengda Maluku dan Dosen serta mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan UKIM, dalam penyajian materi dr. R. Rerung., M.Kes menyampaikan terkait dengan beberapa pencapaian dan kendala yang dihadapi Pemerintah Provinsi dan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dalam upaya pembangunan kesehatan di Provinsi Maluku, hal ini disebabkan Provinsi Maluku merupakan salah satu Provinsi Kepulauan yang ada di Indonesia, kendala yang dihadapi secara eksterna antara lain, ELEKTRISITAS BELUM MERATA, JANGKAUAN TELEKOMUNIKASI TERBATAS, SISTEM TRANSPORTASI BELUM  TERINTEGRASI, kendala secara internal; tidak ada standar pelayanan kesehatan yang spesifik di DTPK (Daerah Terdepan Perbatasan Kepulauan), khususnya Daerah Kepulauan, beliau mengharapkan bahwa mahasiswa kesehatan masyarakat harus memiliki kompetensi lulusan yang spesifik berwawasan kepulauan, sehingga dapat membantu pemerintah khususnya Provinsi Maluku dalam upaya pembangunan dan penerapan konsep pelayanan kesehatan berbasis kepulauan sebagaai ciri dari Provinsi Maluku.