Preceptorship adalah suatu metode pengajaran dan pembelajaran mahasiswa dengan menggunakan perawat sebagai model perannya. Preceptorship bersifat formal, disampaikan secara perseorangan dan individual dalam waktu yang sudah ditentukan sebelumnya antara perawat yang berpengalaman (preceptor) dengan perawat baru (preceptee) yang didesain untuk membantu perawat baru untuk menyesuaikan diri dengan baik dan menjalankan tugas yang baru sebagai seorang perawat. Universitas Kristen Indonesia Maluku, Fakultas Kesehatan Program Studi Keperawatan menyelenggarakan suatu,  kegiatan dengan Tema “ Preceptionship Model “.  Kegiatan ini diselengarakan atas dasar Hukum Undang – Undang Dasar nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, Undang – Undang Dasar nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Undang – Undang Dasar RI Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, dan Undang – Undang Dasar Tahun 2014 tentang Keperawatan, Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah Perawat yang diutus oleh Rumah Sakit atau Puskesmas yang juga merupakan mitra dari Program Studi Keperawatan Fakultas Kesehatan UKIM dengan Jumlah Peserta yang hadir sebanyak 33 orang, Kegiatan Pelaksanaan, kegiatan ini dilasanakan selama empat hari dimulai dari tanggal 10 – 13 Juli 2018, bertempat di Bizza Hotel Ambon,  Narasumber yang hadir  pada Kegiatan ini antara lain;  Dr M Hadi M,Kes dan Made Kreasa M,Kep. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat membentuk peran dan tanggung jawab mahasiswa untuk menjadi perawat yang profesional dan berpengetahuan tinggi, dengan menunjukan sebuah pencapaian berupa memberikan perawatan yang aman, menunjukan akuntabilitas kerja, dapat dipercaya, menunjukan kemampuan dalam mengorganisasi perawatan pasien dan mampu berkomunikasi dengan baik terhadap pasien dan staf lainnya.

Pelatihan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan ditunjukan kesemua Dosen Fakultas Kesehatan, Pelatihan ini diawali dengan sambuatan dari Pembantu Dekan I, Fakultas Kesehatan S. Titaley.,SKM.,M.Kes, dalam sambutannya, disampaikan bahwa RPS wajib dibuat oleh seorang dosen sebelum melakukan pembelajaran, dan RPS dapat membatu dosen untuk melakukan proses pembelajaran secara baik, Pelathan ini juga diwajibkan bagi setiap dosen untuk membuat RPS masing – masing matakuliah yang di ampu dan melakukan presentasi

Matakuliah Penciri Pergguruan Tinggi merupakan matakuliah  yang dapat menjawab keunggulan dari Program Studi yang berbasis lokal yaitu kepulauan, untuk menjawab hal tersebut, maka Fakultas Kesehatan UKIM, menyelenggarakan lokakarya mini dengan menghadirkan stakeholder dan institusi mitra dalam hal ini dinas Kesehatan Provinsi Maluku sebagai narasumber yang memaparkan tentang Pelayanan Kesehatan Berbasis Kepulauan di Porvinsi Maluku, Lokarya ini bertujuan untuk merumuskan Bahan Ajar yang menyusun Rencana Pembelajaran MK tersebut, Lokakarya ini dihadiri oleh semua dosen yang ada dilingkup Fakultas Kesehatan dan dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2018, hasil dari lakakarya ini, melahirkan matakuliah Penciri Perguruan Tinggi  yaitu “Mata Kuliah Kesehatan Berbasis Kepulauan” yang menjawab keunggulan dari Program Studi sesuai dengan Visi dan Misi yaitu berkarakter kepulauan.

Rapat Kerja Fakultas Kesehatan Tahun Akademik 2018/2019, diawal dengan arahan dari Dekan Fakultas Kesehatan Drs. I. Noya.,M.Kes, dalam arahan tersbut, Pak Dekan menekankan pentingnya dilakukan Rapat Kerja di tingkat Fakultas yang melibatkan Program Studi yaitu, menetapkan Program Kerja dan Anggaran yang disesuaikan dengan Renstra dan Renop Fakltas, hal ini juga menjadi penting karen dalam rapat kerja tersebut, program studi dapat menyampaikan rancangan program dan anggaran dalam satu tahun akademik, hasil dari rapat kerja fakultas akan dijadikan sebagai program dan anggaran fakultas, untuk dibahwa pada tingkat universitas dan dibahan untuk menjadi program tahunan universitas dan terkait anggaran akan bahan untuk dimasukan dalam Rencana Pendapatan dan Belanja UKIM pada tahun berjalan

Seminar Kesehatan tentang Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kepulauan di Provinsi Maluku, disampaikan oleh dr. R. Rerung., M.Kes (Sekertaris Dinas Kesehatan Provinsi Maluku) dalam pemaparanya, dihadiri oleh pengurus IAKMI Pengda Maluku dan Dosen serta mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan UKIM, dalam penyajian materi dr. R. Rerung., M.Kes menyampaikan terkait dengan beberapa pencapaian dan kendala yang dihadapi Pemerintah Provinsi dan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dalam upaya pembangunan kesehatan di Provinsi Maluku, hal ini disebabkan Provinsi Maluku merupakan salah satu Provinsi Kepulauan yang ada di Indonesia, kendala yang dihadapi secara eksterna antara lain, ELEKTRISITAS BELUM MERATA, JANGKAUAN TELEKOMUNIKASI TERBATAS, SISTEM TRANSPORTASI BELUM  TERINTEGRASI, kendala secara internal; tidak ada standar pelayanan kesehatan yang spesifik di DTPK (Daerah Terdepan Perbatasan Kepulauan), khususnya Daerah Kepulauan, beliau mengharapkan bahwa mahasiswa kesehatan masyarakat harus memiliki kompetensi lulusan yang spesifik berwawasan kepulauan, sehingga dapat membantu pemerintah khususnya Provinsi Maluku dalam upaya pembangunan dan penerapan konsep pelayanan kesehatan berbasis kepulauan sebagaai ciri dari Provinsi Maluku.

Kegiatan seminar tentang peran IAKMI dan Sarjana Kesehatan Masyarakat dalam mendukung program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga terselenggara atas kerjasama IAKMI Pengda Maluku dengan Fakultas Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat, narasumber dalam seminar ini adalah Ketua Umum IAKMI, Dr. Ridwan. M Thaha., M.Sc, dan dihadiri oleh peserta dari pengurus daerah IAKMI Provinsi Maluku, Mahasiswa Kesehatan Masyarakat dan Alumni Program Studi Kesehatan Msyarakat UKIM, dalam penyajian materinya, beliau menyatakan dan menegaskan tentang Profil Lulusan Sarjana Kesehatan  Masyarakat harus memiliki dan memenuhi karakter MIRACLE ;

Manager : mampu mengelola (managing) dan megupayakan kebijakan dan program kesehatan masyarakat

Inovator: mampu melakukan pendekatan-pendekatan yangbersifat inovasi secara metode maupun paradigma

Researcher: mampu mencari/meneliti bukti-bukti/data secara komprehensif

Apprenticer:apprentacing (obsession) untuk kesempurnaan

Comunitarian: mampu berkomunikasi secara efektif

Leader : unggul dalam visi kesmas

Educator : mengedukasi seluruh masyarakat untuk membiasakan diri hidup sehat

Dengan lulusan Kesmas yang memiliki karakter diatas maka, diharapkan tenaga kesehatan masyarakat khususnya yang ada di Provinsi Maluku dapat membantu pemerintah dalam upaya pencegahan, pengendalian dan penanggulangan masalah kesehatan yang ada di masyarakat Maluku dengan karakteristik kepulauan.